Konsep Dasar BK Pendidikan
Konsep Dasar BK Pendidikan
Halo semua! sesuai judul diatas kita akan memperdalam materi dasar tentang apa itu Bimbingan dan Konseling atau lebih singkatnya tentang BK. Nah, dalam dunia pendidikan, bimbingan dan konseling ini sangat berperan dalam rangka tujuan pendidikan. Oleh karena itu, bimbingan dan konseling tidak dapat dipisahkan dengan komponen pendidikan. Peranan yang sangat besar dapat kita lihat pada guru BK pada peserta didik untuk mengembangkan kepribadiannya dimasa yang akan datang.
Kalau ngomongin guru BK nih, kalian pasti tahu dong siapa yang menyelenggarakan kegiatan bimbingan di sekolah. Jadi, kegiatan BK disekolah diselenggarakan secara resmi oleh konselor sekolah atau yang biasa kita kenal guru BK. Istilah konselor ini muncul dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Pasal 1 Butir 6 menyebutkan bahwa “Konselor adalah pendidik“, yang berbunyi :
“Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.”
1. Apa itu Bimbingan dan Konseling?
Banyak pengertian bimbingan dan konseling yang dikemukakan dalam kitab suci al-Qur'an dan para ahli salah satunya didalam Q.S an-Nahl ayat 125, Allah SWT berfirman:
اُدْعُ اِÙ„ٰÙ‰ سَبِÙŠْÙ„ِ رَبِّÙƒَ بِالْØِÙƒْÙ…َØ©ِ ÙˆَالْÙ…َÙˆْعِظَØ©ِ الْØَسَÙ†َØ©ِ ÙˆَجَادِÙ„ْÙ‡ُÙ…ْ بِالَّتِÙŠْ Ù‡ِÙŠَ اَØْسَÙ†ُ ۗ اِÙ†َّ رَبَّÙƒَ Ù‡ُÙˆَ اَعْÙ„َÙ…ُ بِÙ…َÙ†ْ ضَÙ„َّ عَÙ†ْ سَبِÙŠْÙ„ِÙ‡ٖ ÙˆَÙ‡ُÙˆَ اَعْÙ„َÙ…ُ بِالْÙ…ُÙ‡ْتَدِÙŠْÙ†َ
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 125)
Frank Parson (1951) mengartikan bimbingan yaitu berupa bantuan yang diberikan kepada individu untuk memilih, mempersiapkan diri, dan memangku suatu jabatan, serta mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya.
Chiskolm berpendapat bahwa bimbingan ialah membantu individu untuk lebih mengenal informasi tentang dirinya sendiri.
Mathewson (1969) mengartikan bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik.
Prayitno dan Erman Amti (2004) mengungkapkan bahwa bimbingan merupakan proses pemberian bantuan oleh orang yang ahli kepada beberapa orang atau individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa.
Kalau kita perhatikan pendapat para ahli tentang bimbingan, sepertinya para ahli diatas kebanyakan sepakat bahwa secara umum bimbingan mempunyai arti bantuan. Jadi bisa kita simpulkan bahwa bimbingan merupakan proses bantuan oleh seorang ahli kepada individu baik anak-anak, remaja atau orangtua untuk mengembangkan kemampuan dirinya.
Nah, setelah kita menyimpulkan definisi bimbingan, kita juga akan mempelajari definisi konseling.
Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004) konseling merupakan pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang sedang mengalami masalah.
Winkel (2005) berpendapat bahwa konseling merupakan kegiatan bantuan secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus.
Dari kedua pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa konseling memiliki arti pelayanan bantuan oleh tenaga profesional kepada individu ataupun kelompok untuk mengembangkan kehidupan sehari-hari.
Kalau bimbingan dan konseling saja memiliki arti beda, apakah ada perbedaan antara bimbingan dan konseling? Jelas sudah pasti bedaaa donggggggggggg. Bedanya apa yaaaakk kira-kira???
Nah, bedanya kalau bimbingan :
- dilakukan oleh siapa saja
- tidak mengurusi masalah
- tidak ada layanan
- tidak terstruktur
Sedangkan konseling :
- hanya dilakukan oleh tenaga profesional
- mengurusi masalah
- terdapat layanan, dan
- terstruktur
2. Bagaimana sih sejarah Bimbingan dan Konseling di Dunia, dan di Indonesia?
Mungkin agar lebih jelasnya, bisa dilihat dari point-point yang aku buat yaa!!
A. Sejarah BK di Dunia Internasional
- Awal abad 20, belum ada konselor disekolah (masih ditangani guru).
- 1989, Jesse B. Davis memberikan layanan konseling pendidikan dan pekerjaan di SMA.
- 1907, memasukkan program BK disekolah bersamaan dengan Eli Weaper, Frank Parson, E.G Will Amson, dan Carl Rogers.
- 1908, Frank Parson (Father Of The Guedance Movement In American Education) mendirikan biro pekerjaan di Boston Massachussets.
B. Sejarah BK di Indonesia
- Diawali dari dimasukkannya bimbingan dan konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada setting sekolah. Hal ini merupakan salah satu Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP, yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20-24 Agustus 1960.
- 1964, IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan.
- 1971, berdiri Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP Bandung, IKIP Yogyakarta, IKIP Semarang, IKIP Surabaya, IKIP Malang dan IKIP Menado.
- 1989, keberadaan bimbingan dan penyuluhan secara legal formal diakui dengan lahirnya SK Menpan No. 026/Menpan/1989 tentang angka kredit bagi jabatan guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Akan tetapi pelaksanaan disekolah masih belum jelas seperti pemikiran awal untuk mendukung misi sekolah dan membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan mereka.
- Sampai tahun 1993, parahnya lagi pengguna terutama orang tua murid berpandangan kurang bersahabat dengan BP. Muncul anggapan bahwa anak yang ke BP identik dengan anak yang bermasalah.
- Hingga lahirnya SK Menpan No. 83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang didalamnya termuat aturan tentang Bimbingan dan Konseling di Sekolah.
- Dijabarkan lagi melalui SK Mendikbud No. 025/1995, di dalamnya istilah Bimbingan dan Penyuluhan diganti menjadi Bimbingan dan Konseling di sekolah dan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing. Di sinilah pola pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah mulai jelas.
3. Apa Tujuan dan Fungsi Bimbingan dan Konseling itu?
Tujuan Umum
- Pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dari manusia untuk manusia, dan oleh manusia.
Tujuan Khusus BK di Sekolah
- Membantu siswa-siswa untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat, pribadi, hasil belajar, serta kesempatan yang ada.
- Memberikan dorongan didalam pengarahan diri, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan keterlibatan diri dalam proses pendidikan.
- Membantu siswa-siswa untuk hidup di dalam kehidupan yang seimbang dalam berbagai aspek fisik, mental, dan sosial.
Fungsi BK
- Fungsi pemahaman, pemahaman tentang klien dan masalah klien
- Fungsi pencegahan
- Fungsi pengentasan
- Fungsi pemeliharaan dan pengembangan
4. Apa saja Asas dan Prinsip Bimbingan dan Konseling?
Asas Bimbingan dan Konseling
- Asas kerahasiaan = segala sesuatu yang dibicarakan klien kepada konselor tidak boleh disampaikan kepada orang lain.
- Asas kesukarelaan = klien diharapkan secara sukarela tanpa ragu-ragu menyampaikan masalah yang dihadapinya, konselor juga hendaknya dapat memberikan bantuan secara sukarela atau dengan Ikhlas.
- Asas keterbukaan = klien diharapkan berbicara sejujur mungkin dan berterus terang, sedangkan dari pihak konselor keterbukaan terwujud dengan kesediaan konselor menjawab pertanyaan klien.
- Asas kekinian = masalah individu yang ditanggulangi adalah masalah yang sedang dirasakan bukan yang sudah lampau atau yang akan dialami dimasa yang akan datang.
- Asas kemandiran = seorang klien setelah dibantu diharapkan dapat mandiri (berdiri sendiri), KBTK (keputusan berada ditangan klien).
Prinsip Bimbingan dan Konseling
Ada beberapa prinsip penyelenggaraan bimbingan dan konseling di antaranya:
a. Bimbingan adalah suatu proses membantu individu agar mereka dapat membantu dirinya sendiri dalam penyelesaian masalah yang dihadapinya.
b. Hendaknya bimbingan berfokus pada individu yang dibimbing.
c. Bimbingan diarahkan pada tiap individu dan memiliki karakteristik tersendiri.
d. Masalah yang dapat diselesaikan hendaknya diserahkan kepada ahli atau lembaga yang berwenang menyelesaikannya. e. Bimbingan dimulai dengan identifikasi kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang akan dibimbing.
f. Bimbingan harus luwes dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat.
g. Program bimbingan di lingkungan lembaga pendidikan tertentu harus sesuai dengan program pendidikan pada lembaga yang bersangkutan.
Referensi : Ismaya. B. 2019. BIMBINGAN DAN KONSELING: Studi, Karier, dan Keluarga. Bandung: PT Refika Aditama.







MasyaAllah, nambah ilmu baru. Terima Kasih~
BalasHapusWahh keren nihh bermanfaat sekali
BalasHapusSangat Bermanfaat
BalasHapusWahhh keren nih jadi nambah ilmu baru. Terima kasih kak~
BalasHapus