Teori Belajar dan Pembelajaran (Lanjutan)

Teori Belajar dan Pembelajaran (Lanjutan)

1. Teori Belajar Kognitif (Piaget, dkk)


Jean Piaget adalah salah seorang profesor psikologi di Universitas Jenewa, Swiss. Teorinya tentang perkembangan kognitif anak merupakan salah satu tonggak munculnya kognitivisme. Perkembangan kognitif merupakan pertumbuhan logika berpikir dari bayi sampai dewasa. Piaget memiliki asumsi dasar kecerdasan manusia dan biologi organisme berfungsi dengan cara yang sama. Keduanya adalah sistem terorganisasi yang secara konstan berinteraksi dengan lingkungan.



Menurut teori ini, belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman (skemata). Perubahan persepsi dan pemahaman tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati. Proses belajar akan berjalan baik bila materi pelajaran yang baru beradaptasi secara “klop” dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa.


Setiap anak harus mengembangkan skema pikiran lebih umum atau rinci, atau perlu perubahan, menjawab dan menginterpretasikan pengalaman-pengalaman tersebut. Dengan cara itu, pengetahuan seseorang anak akan terbentuk dan selalu berkembang. Proses tersebut meliputi:

1) Skema/skemata adalah struktur kognitif yang dengannya seseorang beradaptasi dan terus mengalami perkembangan mental dalam interaksinya dengan lingkungan. Erawati dkk menambahkan penjelasan Skemata yaitu potensi umum untuk melakukan serangkaian tingkah laku (2008:69).

2) Asimilasi sebagaimana Baharuddin dkk menjelaskan (2008:119) merupakan proses kognitif dan penyerapan pengalaman baru ketika seorang anak memadukan stimulus atau persepsi kedalam skema atau perilaku yang sudah ada.

3) Akomodasi adalah proses pembentukan skema atau karena konsep awal sudah tidak cocok lagi.

4) Equilibrasi adalah keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sehingga seseorang dapat menyatukan pengalaman luar dengan struktur dalamnya (skemata).



2. Teori Belajar Pemrosesan Informasi (Gagne, dkk)


Teori belajar oleh Gagne (1988) disebut

dengan “Information Processing Learning Theory”. Teori ini merupakan gambaran atau model dari kegiatan di dalam otak manusia di saat memroses suatu informasi. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar.


Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. 


Model pembelajaran pemrosesan informasi adalah model pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas yang terkait dengan kegiatan proses atau pengolahan informasi untuk meningkatkan kapabilitas siswa melalui proses pembelajaran. Model ini berkenaan dengan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan berpikir produktif, serta berkenaan dengan kemampuan intelektual umum (general intellectual ability).



3. Teori Belajar Sosial-Kognitif (Bandura,

dkk)


Teori kognitif sosial adalah teori yang menonjolkan gagasan bahwa sebagian besar pembelajaran manusia terjadi dalam sebuah lingkungan sosial. Dengan mengamati orang lain, manusia memperoleh pengetahuan, aturan-aturan, keterampilan-keterampilan, strategi-strategi, keyakinan-keyakinan, dan sikap-sikap. Individu-individu juga melihat model-model atau contoh-contoh untuk mempelajari kegunaan dan kesesuaian prilaku-prilaku akibat dari prilaku yang di modelkan, kemudian mereka bertindak sesuai dengan keyakinan tentang kemampuan mereka dan hasil yang diharapkan dari tindakan mereka.



Teori ini dikembangkan oleh Albert Bandura seorang psikolog pendidikan dari Stanford University, USA. Teori belajar ini dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana orang belajar dalam seting yang alami atau lingkungan sebenarnya. Bandura (1977) menghipotesiskan bahwa baik tingkah laku, lingkungan, dan kejadian-kejadian internal pada pembelajar yang mempengaruhi persepsi dan aksi, adalah merupakan hubungan yang saling berpengaruh (interlocking). Pengakuan sosial yang berbeda mempengaruhi konsepsi diri individu. Kontingensi yang aktif dapat merubah intensitas atau arah aktivitas.



Referensi :

Nurlina, Nurfadilah, Aliem. 2021. Teori Belajar dan Pembelajaran. Makassar: LPP Unismuh Makassar.



Komentar

Postingan Populer