Pola BK Komprehensif

 Pola BK Komprehensif

1. Sejarah pola BK Komprehensif.

Bimbingan Konseling tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan. Di Amerika Serikat, latar kelahiran BK di awal abad 20 bermula dari keprihatinan yang mendalam dari kalangan pendidikan terhadap perkembangan kepribadian generasi muda terutama kalangan pelajar. Jumlah siswa drop-out mengingkat (kaum muda lebih memilih bekerja ketimbang sekolah, sementara keterampilan kerja tidak memadai), pergeseran nilai dalam keluarga dan masyarakat, urbanisasi besar-besaran dari desa kekota, dan problem-problem sosial yang lain (Bimbingan et al., 2017).

Kenyataan tersebut akhirnya memicu tumbuhnya layanan bimbingan dan konseling sebagai suatu gerakan sosial yang berkembang dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat pada saat itu yang dipelopori oleh tokoh seperti Frank Parsons, Charles Merrill dan Meyer Blommfield. Gerakan bimbingan dan konseling ini memberikan pengaruh besar terhadap beberapa negara, di antaranya Indonesia. Gunawan (2001, 22) menjelaskan bahwa pada periode awal kemerdekaan masalah bimbingan pekerjaan hanya berfokus pada masalah tenaga kerja. Kemudian pada tahun 1962, ada kebijakan SMA Gaya Baru yang mulai menggeser bimbingan pekerjaan ke arah bimbingan akademik.


Pada pemberlakuan kurikulum 1975 penegasan bahwa BK saat itu disebut bimbingan dan penyuluhan. Kemudian lahirnya Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) tahun 1975 di Malang, Jawa Timur dan pergantian nama IPBI menjadi Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN). Pada tahun 2001, kelengkapan divisi-divisi layanan di dalamnya semakin kompleks; pribadi, sosial, akademik, karir dan layanan pendukung lainnya secara lebih menyeluruh yang pada akhirnya disebut dengan layanan bimbingan konseling komprehensif.


Bimbingan Konseling komprehensif adalah suatu program pendidikan di sekolah yang diberikan oleh konselor sebagai penanggung jawab dan pelaksana program bimbingan konseling di sekolah. Pada awalnya bimbingan konseling dikenal sebagai bentuk layanan kepada siswa yang bermasalah atau mengalami hambatan dalam proses pembelajaran. Namun semakin berkembangnya zaman bimbingan konseling tidak lagi berperan sebagai pembantu konseli dalam menyelesaikan masalah. Bimbingan konseling komprehensif yang telah dikenalkan sekarang ini adalah program bimbingan konseling yang bertujuan untuk memandirikan peserta didik. Bentuk layanan yang diberikan tidak lagi berfungsi membantu peserta didik menyelesaikan masalahnya namun mengembangkan potensi peserta didik berdasarkan perkembangannya sehingga disebutlah bahwa BK komprehensif adalah sama dengan BK berbasis perkembangan. Untuk mencapai kemandirian peserta didik tersebut konselor tidak lagi mengedepankan fungsi kuratif, namun lebih menekankan fungsi pencegahan/preventif dan perkembangan/developmental.



2. Bidang Layanan BK Komprehensif

Bidang layanan Bk Komprehensif yaitu (Lyly Sajidah Bestari, 2019)

1. Bimbingan akademik yaitu bimbingan yang diarahkan untuk membantu para

individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah masalah akademik

2. Bimbingan sosial pribadi merupakan bimbingan untuk membantu para individu

dalam memecahkan masalah masalah sosial pribadi.

3. Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan, dan pemecahan masalah-masalah karir.



3. Layanan BK Komprehensif.

Menurut kemendikbud (2016) layanan BK komprehensif terdiri dari 4 layanan yaitu:

1) Layanan Dasar

Tujuan layanan ini ialah untuk mengembangkan kompetensi konseli dibidang belajar, karir, pribadi dan sosial.

2) Layanan Responsif

Layanan Reaponsif merupakan pemberian bantuan kepada siswa yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan siswa yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.

3) Perencanaan individual

Menurut Yusuf, Nurishan, Ahmad (2014) perencanaan individual ialah layanan bantuan kepada siswa agar mampu membuat dan melaksanakan perencanaan masa depannya, berdasarkan pemahaman akan kekuatan dan kelemahan dirinya. Lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan, tujuan, dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing siswa/konseli.

4) Dukungan sistem

Dukungan sistem bertujuan memberikan dukungan kepada konselor atau guru bimbingan dan konseling dalam memperlancar penyelenggara komponen-komponen layanan sebelumnya dan mendukung efektivitas dan efisien pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.



4. Format Pelayanan BK Komprehensif

Format Pelayanan BK Komprehensif diantaranya yaitu:

1. Format Klasikal, merupakan suatu layanan bimbingan yang dilakukan oleh pembimbing di dalam kelas. Dalam kegiatan ini pembimbing menyampaikan berbagai materi bimbingan melalui berbagai materi bimbingan melalui berbagai pendekatan dan teknik.

2. Format Kelompok, yaitu suatu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani sejumlah klien dalam bentuk kelompok melalui dinamika kelompok. Misalnya seorang konselor mengarahkan atau membimbing klien dalam sejumlah kelompok yang ketika ada permasalahan di waktu itu maka diselesaikan secara kelompok tentunya dibantu oleh seorang konselor profesional.

3. Format Individual, yaitu suatu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani klien secara perorangan. Dengan format layanan individual inilah seorang konselor bisa memberikan masukan-masukan seperti memberikan masukan motivasi biar klien tersebut bisa mandiri.

4. Format Lapangan, yaitu kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani kepentingan kliennya melalui kegiatan diluar kelas atau lapangan.

5. Format Jarak Jauh, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani kepentingan siswa melalui media atau saluran jarak jauh, seperti internet dan telepon genggam.

6. Format Kolaboratif, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan atau masukan dan hal-hal yang bermanfaat kepada peserta didik tersebut.(Bima Mhd Ghaluh, 2022).



5. Peraturan Pelaksanaan layanan BK

Komprehensif.

Agar Pelaksanaan program bimbingan dan konseling komprehensif berjalan sesuai dengan tujuan yang telah di tetapkan, maka harus dipahami 5 premis dasar bimbingan dan konseling komprehensif :

1) Tujuan bimbingan dan konseling bersifat kompatibel dengan tujuan pendidikan

2) Fokus utama layanan bimbingan dan konseling adalah mengawal perkembangan peserta didik melalui pemenuhan fasilitas peserta didik agar dapat tumbuh dan

berkembang menjadi mandiri dan lebih optimal

3) Program bimbingan dan konseling merupakan team Building approach artinya suatu tim yang bersifat kolaboratif antar staf.

4) Program bimbingan dan konseling merupakan sebuah proses yang tersusun secara sistematis dan dikemas melalui tahap tahap perencanaan, desain ,implementasi,

evaluasi, dan tindak lanjut

5) Program bimbingan dan konseling harus di kendalikan oleh kepemimpinan yang

memiliki visi dan misi yang kuat mengenai bimbingan dan konseling



Referensi :


Sutirna. 2013. Bimbingan dan Konseling Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal. Yogyakarta : Andi. 

Komentar

Postingan Populer